Skip to content
Home » Info » Jaman Serba Online, Apakah Bisnis Offline Harus Online ?

Jaman Serba Online, Apakah Bisnis Offline Harus Online ?

Di jaman serba modern, saat internet bisa diakses di mana saja membuat beberapa perusahaan atau brand besar mengalihkan bisnis offline mereka ke online. Menjual produk secara online memang memudahkan Anda untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dan memperluas bisnis. Meski bisnis online punya banyak kelebihan dibanding bisnis offline, namun tetap ada kekurangannya.

Mengalihkan Bisnis Offline ke Online

Baca: Perbandingan Bisnis Online vs Offline

Perusahaan yang mengalihkan bisnis offline mereka ke online mencoba supaya tetap beradaptasi dengan tren yang ada. Migrasi bisnis offline ke online dapat meningkatkan daya saing brand di mata konsumen. Bisnis offline punya kelebihan yang tidak bisa ditemukan di online.

Kekurangan Jualan Online Dibanding Offline

Berikut ini kekurangan menjual produk secara online:

Kurangnya Interaksi Penjual dan Pembeli

Salah satu kekurangan bisnis online dibanding offline adalah interaksi yang terbatas. Saat jualan offline (di toko), pelanggan bisa langsung bertanya ke penjaga toko. Karyawan Anda bisa merekomendasikan produk yang paling cocok dengan kebutuhan pelanggan. Interaksi pelanggan ke produk juga lebih lengkap. Pelanggan bisa melihat, mencium, mencoba, dan memegang langsung produk yang mau dibeli.

Sulitnya Membangun Kepercayaan

Untuk mendapatkan kepercayaan di bisnis online, Anda harus mendapat banyak review positif. Untuk dapat review positif, Anda harus jual banyak barang terlebih dulu. Untuk menjual produk baru yang belum ada review-nya, Anda bisa sertakan foto dan video produk. Bisa juga kerjasama dengan pemilik toko online untuk memajang produk baru di halaman depan. Namun ini hanya bisa dilakukan jika Anda jual produk di e-commerce.

Kalau jual produk di toko online sendiri, hal ini bisa lebih sulit. Anda harus mengenalkan situs terlebih dulu. Biaya yang dikeluarkan tentu tidak sedikit. Anda perlu rekrut karyawan yang ahli di bidang SEO supaya mudah ditemukan di Google Search atau SEM untuk memasang iklan efektif di internet dan sosial media. Perusahaan harus bekerja keras untuk membangun kepercayaan dan memastikan review yang diberikan positif.

Baca Juga  Pengertian & Fungsi Kabel STP, UTP, & Coaxial Paling Lengkap

Tantangan Mengatur Stok dan Pengiriman

Jika Anda terbiasa menjual produk di toko, untuk beralih ke online perlu adaptasi cukup lama. Pertama kali, Anda harus siapkan tim khusus untuk menangani akun seller, admin, posting produk, menjawab pertanyaan, sampai menganalisa hasil penjualan. Jika tidak ada karyawan di kantor yang bisa mengerjakannya, Anda harus rekrut karyawan tambahan.

Perusahaan harus mengatur proses pengemasan, pengiriman, sekaligus memastikan produk sampai di tangan pelanggan tepat waktu. Hal sebelumnya mungkin tidak pernah dilakukan di bisnis offline Anda. Tim Anda harus mencegah berbagai kemungkinan yang merusak image brand di online. Masalah pengiriman, keterlambatan proses pesanan, kerusakan barang, dan hal lainnya dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan.

Keterbatasan dalam Presentasi Produk

Jualan produk di online tidak bisa leluasa seperti bisnis offline. Anda hanya bisa posting foto dan video. Deskripsi produk juga perlu ditulis singkat dan jelas untuk memudahkan pelanggan mengetahui gambaran produk di dunia nyata. Keterbatasan tersebut membuat sebagian pelanggan ragu dan berujung banyak bertanya. Karena sulit membayangkan tampilan fisik produk, membuat akhirnya pelanggan perlu cek produk terlebih dulu di toko.

Panduan Mengalihkan Bisnis Offline ke Online

Supaya brand bisa beradaptasi dengan tren belanja di masyarakat, tidak ada yang bisa melarang bisnis offline Anda untuk beralih ke online. Namun, sebelum beralih ke online, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

Perbedaan Bisnis Offline vs Online

1. Bangun Brand Awareness di Online

Langkah pertama untuk mengalihkan bisnis offline ke online adalah membangun brand awareness di online. Caranya dengan membuat pengumuman di toko offline, buat iklan di media massa atau internet, dan pasang banner promo di halaman depan e-commerce. Buat situs toko online yang menarik dan mudah dinavigasi. Jika Anda memutuskan punya akun seller di e-commerce buat promo yang menarik.

Baca Juga  Cara Memperbaiki MicroSD Tidak bisa Diformat, Mudah Lho!

Kenalkan juga situs online dan url ke akun seller di e-commerce melalui sosial media. Tingkatkan visibilitas di dunia online, supaya pelanggan Anda yang sering belanja online segera tahu bahwa produk yang biasa dibeli offline kini bisa dibeli secara online.

2. Memilih Platform E-Commerce yang Tepat

Ada banyak platform e-commerce yang tersedia di Indonesia. Anda bisa buat akun seller di e-commerce yang sesuai dengan segmen pasar. Anda juga bisa buka banyak akun seller untuk membuka banyak pintu rejeki. Lakukan riset terlebih dulu sebelum memilih e-commerce. Pertimbangkan juga faktor biaya layanan, fitur apa saja yang ditawarkan, kemudahan penggunaan, dukungan pelanggan, dan kebutuhan lain yang Anda butuhkan.

Jenis e-commerce di Indonesia ada dua, yaitu untuk segmen B2C dan B2B. Toko online B2C punya banyak pembeli namun jumlah barang yang dibeli sedikit. Berbeda dengan B2B yang pembelinya terbatas namun sekali beli bisa langsung banyak.

3. Manajemen Stok dan Pengiriman

Mengelola stok dan pengiriman adalah aspek penting dalam menjalankan bisnis online. Anda perlu sistem khusus untuk melacak stok, mengelola pesanan, dan memastikan pengiriman tepat waktu. Anda bisa pakai perangkat lunak pihak ketiga untuk manajemen inventaris dan kerja sama dengan perusahaan logistik. Pastikan produk selalu tersedia, kurangi kemungkinan retur, dan segera atasi masalah pengiriman jika ada.

4. Bangun Kepercayaan Pelanggan

Bisnis offline bisa dialihkan ke online dan tetap berhasil. Kuncinya adalah bangun kepercayaan pelanggan. Anda harus pastikan produk yang ditampilkan di online akurat dan jelas. Buat deskripsi produk yang jelas, pastikan pelanggan membuat ulasan, dan buat foto dan video berkualitas tinggi. Bantu pelanggan untuk meyakinkan segera beli produk yang mereka mau.

Baca Juga  7 Router WiFi Terbaik dengan Harga Murah (Mulai 100 Ribuan)

5. Lakukan Pemasaran Digital

Pemasaran digital merupakan cara efektif untuk sukses di online. Sama seperti bisnis offline, bisnis di online juga butuh iklan dan konten pemasaran. Gunakan optimasi mesin pencari (SEO), iklan di website, konten pemasaran di sosial media, dan lainnya. Ukur keberhasilan pemasaran digital dan cek berapa banyak pengunjung iklan yang dikonversi menjadi pembelian.

6. Lakukan Evaluasi Rutin dan Penyesuaian

Inti dari keberhasilan program pemasaran adalah rutinnya melakukan evaluasi. Dengan evaluasi, kita bisa lihat bagian mana yang perlu perbaikan, mana yang perlu dipertahankan, dan mana yang perlu dihilangkan. Pantau kinerja bisnis online Anda. Pastikan kinerja bisnis online sanggup menandingi bisnis offline. Jangan sampai bisnis online hanya dijadikan pelengkap. Terus lakukan banyak adaptasi dan jangan takut pada perubahan.

Bisakah Menjalankan Bisnis Offline dan Online Bersamaan ?

Sebenarnya di jaman serba online, perusahan tidak harus mengalihkan bisnis offline sepenuhnya ke online. Anda tetap bisa menjalankan keduanya. Bahkan offline dan online bisa saling mendukung. Contohnya, Anda bisa buat strategi pemasaran yang memungkinkan pelanggan pesan produk di online dan ambil di toko offline.

Atau bisa juga sebaliknya, jika pembeli tidak menemukan produk yang dimau di offline, bisa dipesan di online lalu diantar ke rumah. Kedua model bisnis ini bisa dijalankan bersamaan untuk meningkatkan penjualan. Jika Anda tidak sanggup mengelola binsis online, bisa kerjasama dengan pihak ketiga untuk bantu mengelola semua akun seller di e-commerce.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *