Bhinneka.Com Hadirkan 2 Inovasi untuk Hadapi New Normal

Pandemi Covid-19 memang belum berlalu, tetapi beberapa aspek kehidupan mulai bertransisi menuju era New Normal atau kelaziman baru. Hal ini didasari oleh arahan pemerintah, yang memutuskan memulai masa transisi sejak awal Juni.

Bhinneka.Com hadapi new normal

Dengan tetap mematuhi protokol keselamatan, kegiatan di berbagai aspek kehidupan masyarakat berangsur ditingkatkan kembali hingga 40%. Dalam hal ini, kantor-kantor pemerintah, perkantoran umum, pasar, sejumlah pusat keramaian strategis, bahkan tempat ibadah kembali dibuka secara terbatas. Ini menyusul industri sektor-sektor esensial yang sudah dikecualikan sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan April lalu.

Kendati demikian, kegiatan #BelajarDariRumah diperpanjang hingga Desember. Sehingga tahun ajaran baru yang akan dimulai 13 Juli mendatang, juga akan dilangsungkan secara daring. Untuk itu, Bhinneka.Com melalui Bhinneka Business Solutions menghadirkan layanan Digital Classroom demi memaksimalkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang efektif dan efisien baik bagi sekolah, guru, siswa, dan para orang tua.

“Lewat pandemi ini, kita memang dipaksa berubah. Berkaca dari beberapa bulan terakhir, sekolah-sekolah terpaksa menjadi online dengan mengeksplorasi sendiri. Terlebih untuk yang tidak memiliki tim IT, mereka menggunakan akun-akun pribadi dengan segala keterbatasannya. Demi mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih optimal, ada Digital Classroom yang berbasis pendampingan teknis profesional,” ungkap Chief of Commercial and Omnichannel (COCO) Bhinneka.Com, Vensia Tjhin.

Secara sederhana, layanan Digital Classroom yang dihadirkan Bhinneka.Com merupakan paket lengkap ekosistem belajar mengajar online yang profesional. Dimulai dari Setup & Installation (pengaturan awal), Training & Upgrading (latihan dan peningkatan penggunaan), Technical Assistance (pendampingan teknis lebih lanjut) terutama bagi sekolah-sekolah yang belum memiliki tim IT, Unique Account (penyediaan akun belajar/kerja internal sekolah), bahkan hingga bantuan pengadaan perangkat KBM online yang mumpuni.

Sebagai contoh, jika akhir-akhir ini para guru dan siswa mulai terbiasa memanfaatkan berbagai fitur gratis dari Google, mulai dari akun Google, yang langsung bisa digunakan untuk Google Drive untuk penyimpanan data hingga 15 GB, Google Meet untuk sambungan audiovisual atau rapat jarak jauh, Google Class untuk pengumpulan tugas dan ujian, Google Docs/Sheets/Slides untuk kolaborasi kerja, Google Calendar untuk penjadwalan, dan sebagainya, Digital Classroom akan meningkatkan fasilitasnya ke tingkat yang lebih profesional.

Dimulai dari akun, Digital Classroom memungkinkan pihak sekolah memiliki akun Google khusus dan aksesnya bisa ditransfer. Dari akhiran @gmail.com, bisa diganti dengan nama sekolah (misal: @sekolahbhinneka.sch.id atau @sekolahbhinneka.edu.id), dan dimiliki mulai kepala sekolah hingga para siswa supaya akun pribadi dan sekolah tidak bercampur. Semuanya terpusat dan bisa dikelola oleh administrator, agar akun bisa dipindahkan ke siswa baru setelah kelulusan. Tidak ketinggalan, Digital Classroom juga mampu menghubungkan komunitas guru maupun komunitas siswa untuk pertukaran informasi yang lebih terintegrasi.

Tambahan lainnya, akses Google Drive menjadi unlimited atau tidak terhingga dari sebelumnya 15 GB, sesi pertemuan atau rapat lewat Google Meet bisa direkam, Google+ tersedia secara internal, penjadwalan di Google Calendar pun bisa langsung dikoneksikan ke tautan-tautan Google Meet. Segala aspek pemanfaatannya akan dibantu oleh tim khusus Digital Classroom, bertarif hanya mulai dari Rp5.000 per orang per bulan.

Di samping itu, demi menunjang para guru dengan perangkat yang memadai, prioritas harga khusus juga diberikan melalui Digital Classroom ini. Dari tren tiga bulan terakhir, banyak guru yang menyadari bahwa tablet yang telah dilengkapi stylus pen merupakan perangkat paling ideal. Akses internet relatif lancar, presentasi bisa dilakukan langsung dari tablet, coretan bisa ditambahkan di layar presentasi, bisa menyimpan buku digital (e-book), dan ringan dibawa ke mana-mana. Guru pun bisa lebih nyaman mengajar dari rumah.

Semuanya telah disiapkan Bhinneka.Com sebagai business super-ecosystem atau solusi pengadaan bisnis, yang telah didukung pula oleh berbagai mitra fintech untuk bantuan finansial. Di antaranya seperti Akseleran, Avantee, dan Duha Syariah.

“Semua ini kami persiapkan terutama guna membantu sekolah-sekolah yang belum memiliki tim IT khusus dalam mengejar transisi new normal kelaziman baru, meratakan akses teknologi yang harus kita manfaatkan di saat-saat seperti ini,” imbuh Vensia.

Sementara itu, inovasi lainnya dari Bhinneka.Com dalam masa transisi ini adalah ThermoNex yang sangat dibutuhkan sebagai protokol dasar era Covid-19. ThermoNex adalah perangkat IoT pendeteksi suhu tubuh otomatis dan terhubung dengan Cloud. Pasalnya, ThermoNex juga dilengkapi fitur face recognition sebagai data.

Dengan ThermoNex, pemeriksaan suhu tubuh bisa dilakukan tanpa menerjunkan personel khusus untuk memegang termometer. Proses bisa lebih efisien, efektif, dan menjauhkan potensi keterpaparan bagi petugas.

“ThermoNex merupakan inovasi Bhinneka.Com bagi sektor-sektor yang sedang melakukan penyesuaian di era New Normal. Bersama Crinoid diluncurkan paling awal untuk membantu para pelaku UMKM segera #BangkitLagi di era pandemi ini, dan Digital Classroom, mari kita terus bersemangat menjalani aktivitas keseharian sambil terus waspada dan berdoa agar Covid-19 ini segera berlalu,” tutup Vensia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Digital Classroom maupun ThermoNex, dapat menghubungi Bhinneka.Com di (021) 29292828, atau email [email protected]

Leave a Comment